Lampu Bertenaga Gravitasi

Menciptakan lampu bertenaga gravitasi memang kedengarannya mustahil. Namun dua peneliti asal London ini berhasil mewujudkannya meski masih sebatas produk prototipe. 

Tujuannya pengembangan lampu gravitasi dilandasi dengan keinginan mereka untuk menyinari seluruh rumah yang ada di negara tertinggal.

Selain itu, tenaga gravitasi yang diberdayakan juga ditargetkan agar dapat memasok daya untuk perangkat radio komunikasi sederhana.

Tujuan mulia tersebut pun berhasil mendapat sambutan antusias melalui penggalangan dana lewat indiegogo.com. Bahkan, dana yang terkumpul 500% lebih banyak dari yang ditargetkan. Padahal waktu yang direncanakan untuk menggalang dana masih tersisa 21 hari lagi.

Dengan begitu, target mereka untuk memproduksi lampu bertenaga gravitasi dengan biaya di bawah USD 5 untuk tiap unitnya kemungkinan besar bakal tercapai.

Dua orang peneliti yang diketahui bernama Martin Riddiford dan Jim Reeves itu telah bersusah payah selama 4 tahun dalam usahanya mengembangkan lampu tenaga gravitasi yang diberi sebutan GravityLight tersebut.

Prinsip kerja GravityLight adalah dengan memanfaatkan gravitasi bumi untuk membangkitkan sejumlah daya yang cukup untuk menghidupkan sebuah lampu LED untuk jangka waktu sekitar setengah jam.

Penggunaannya pun cukup mudah, lampu LED itu hanya perlu digantung. Lalu sebuah kantong yang menyertainya cukup diisi dengan benda berat seperti batu. 

Dengan sendirinya, gravitasi akan membangkitkan generator mini yang tersemat di dalam bodi lampu, yang akhirnya akan memberikan daya kepada lampu LED untuk jangka waktu sekitar setengah jam.

Setelah setengah jam penggunaannya, kantung yang berisi benda berat tersebut akan semakin tertarik ke bawah. Untuk menjaga lampu LED tetap hidup, penggunanya hanya perlu menarik kembali keatas kantung berisi benda berat tersebut.

Jakarta – Menciptakan lampu bertenaga gravitasi memang kedengarannya mustahil. Namun dua peneliti asal London ini berhasil mewujudkannya meski masih sebatas produk prototipe. 

Tujuannya pengembangan lampu gravitasi dilandasi dengan keinginan mereka untuk menyinari seluruh rumah yang ada di negara tertinggal.

Selain itu, tenaga gravitasi yang diberdayakan juga ditargetkan agar dapat memasok daya untuk perangkat radio komunikasi sederhana.

Tujuan mulia tersebut pun berhasil mendapat sambutan antusias melalui penggalangan dana lewat indiegogo.com. Bahkan, dana yang terkumpul 500% lebih banyak dari yang ditargetkan. Padahal waktu yang direncanakan untuk menggalang dana masih tersisa 21 hari lagi.

Dengan begitu, target mereka untuk memproduksi lampu bertenaga gravitasi dengan biaya di bawah USD 5 untuk tiap unitnya kemungkinan besar bakal tercapai.

Dua orang peneliti yang diketahui bernama Martin Riddiford dan Jim Reeves itu telah bersusah payah selama 4 tahun dalam usahanya mengembangkan lampu tenaga gravitasi yang diberi sebutan GravityLight tersebut.

Prinsip kerja GravityLight adalah dengan memanfaatkan gravitasi bumi untuk membangkitkan sejumlah daya yang cukup untuk menghidupkan sebuah lampu LED untuk jangka waktu sekitar setengah jam.

Penggunaannya pun cukup mudah, lampu LED itu hanya perlu digantung. Lalu sebuah kantong yang menyertainya cukup diisi dengan benda berat seperti batu. 

Dengan sendirinya, gravitasi akan membangkitkan generator mini yang tersemat di dalam bodi lampu, yang akhirnya akan memberikan daya kepada lampu LED untuk jangka waktu sekitar setengah jam.

Setelah setengah jam penggunaannya, kantung yang berisi benda berat tersebut akan semakin tertarik ke bawah. Untuk menjaga lampu LED tetap hidup, penggunanya hanya perlu menarik kembali keatas kantung berisi benda berat tersebut.

Categories: info, Tekhnologi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: