Mengapa Mereka Membiarkan perluasan Israel sial*** atas negara palestina

7a19f-prayforgazaislamiccoverphoto

Ini unek unek dari lubuk hati yang terdalam. Maaf sebelumnya mungkin beberapa kata agak kasar.

Ok dibawakan ini ada map negara palestina dan Israel anji** dari tahun 1947 sampai 2000

Bayangkan jika ini terjadi di indonesia

kira kira apa yang anda pikirkan??
ok jawaban yang gampang, bahkan anak SD pun tahu. bisa anda lihat sendiri terjadi perluasan yang sangat signifikan atas tanah palestina. jadi siapa yang harus di salahkan??

1. Tentu saja pendiri israel Ben gurion
14 Mei 1948 adalah hari yang mengguncang Timur Tengah. Di sebuah musium di Tel Aviv dideklarasikan pembentukan negara Israel. Pemimpin gerakan warga Yahudi di Palestina ketika itu, Ben Gurion, membacakan deklarasinya. ”Dengan ini kami menerangkan pendirian negara Yahudi di Israel. Inilah Negara Israel”.
Setahun sebelumnya, tahun 1947, PBB menyetujui pembagian kawasan Palestina yang menjadi daerah jajahan Inggris menjadi dua bagian, yaitu bagian Yahudi dan bagian Arab. Mandat Inggris atas kawasan Palestina berakhir 14 Mei 1948. Tapi negara-negara Arab tidak setuju atas pembagian itu. Akhirnya, warga Yahudi di Palestina mendeklarasikan negara Israel di bawah pimpinan Ben Gurion.

2. lembaga persembunyian israel atau PBB (pesekutuan bangsa bangsa,disini bangsa bangsa nolongin israel gitu,termasuk indonesia kemana dulu pasukan TNI yang menghentikan konflik konflik dunia waktu irde lama dan orde baru)

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon hingga saat ini tidak mengeluarkan pernyataan tegas dan lugas untuk mengecam kejahatan Israel di Gaza. Dalam konferensi pers di Kairo, ibukota Mesir, di sela-sela agenda kunjungannya ke Timur Tengah dan Afrika Utara untuk berkonsultasi tentang konflik Gaza-Israel, Ban tidak menyinggung kejahatan rezim Zionis di Gaza dan bahkan enggan mengeluarkan kecaman tegas terhadap kebrutalan rezim ini.

Anehnya, Ban sebagai Sekjen PBB malah meminta lembaga yang dibawahinya ini untuk berusaha mengakhiri situasi berbahaya di Gaza. Padahal sikap kerasnya terhadap Israel amat dinantikan. Sebagian sikap pasif PBB terhadap kebrutalan Israel di Gaza akibat tidak adanya tindakan tegas dari Sekjen organisasi internasional ini, bahkan Ban secara lisan pun enggan untuk mengutuk keras genosida yang dilakukan Israel.

Sekjen PBB mengelak untuk mengecam tegas kejahatan Israel. Padahal, PBB merupakan lembaga internasional terbesar yang mempunyai kewajiban menjaga perdamaian dan keamanan di tingkat internasional dan bertanggung jawab untuk menindak pihak-pihak yang mengancam perdamaian dan keamanan regional dan dunia.

Alih-alih mengecam tegas kejahatan Israel, Ban justru melanjutkan kebijakan yang mengadopsi pendekatan dan kompromi dengan rezim Zionis. Ketika kebencian dunia terhadap Israel telah memuncak akibat kejahatannya di Palestina, Sekjen PBB dalam kunjungannya ke kawasan malah berencana melawat Palestina pendudukan (Israel) dan berdialog dengan para pejabat Tel Aviv.

Sementara itu, dunia menanti tindakan tegas Sekjen PBB. Ia seharusnya mengunjungi Gaza dan menyaksikan langsung situasi menyedihkan di wilayah ini akibat kebrutalan Israel kemudian segera mencari jalan keluar dan bertindak cepat untuk menolong dan menyelamatkan penduduk Gaza.

Pendekatan lemah Ban Ki-moon menyebabkan posisi Sekjen PBB sebagai kekuatan dominan menjadi tidak berguna dan tidak berarti. Namun sikap pasif PBB terhadap kejahatan Israel sebenarnya tidak hanya dikarenakan lembeknya para pejabat organisasi internasional ini, tetapi juga dipengaruhi oleh Dewan Keamanan PBB.

Selama beberapa hari ini, Dewan Keamanan PBB tidak mampu mengeluarkan resolusi untuk menyelesaikan krisis di Gaza dan hanya mampu menggelar sidang yang tak berguna. Sementara itu, Susan Rice, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB secara terang-terangan mengancam akan menghalangi segala bentuk keputusan Dewan Keamanan untuk mengecam kebrutalan Israel di Gaza.

Hal itu menunjukkan bahwa serangan brutal Israel ke Gaza mendapat lampu hijau dari AS, bahkan sikap Washington yang bersikeras menghalangi segala bentuk resolusi anti-rezim Zionis semakin membuat rezim ini berani melanjutkan kejahatannya di Palestina.

3. negara arab yang diam seribu bahasa takut dengan mitos militer israel

baca : https://ancharyu.wordpress.com/2014/07/10/kebohongan-tentang-hebatnya-militer-israel/” title=”kebohongan tentang hebatnya militer israe”

negara Mesir, Muhammad Farid At-Tuhami, berkunjung ke Israel dua hari sebelum dimulainya serangan ke Gaza. Kunjungan ini menimbulkan dugaan keterlibatan pemerintahan kudeta Mesir terlibat dalam penyerangan ke Gaza akhir-akhir ini. Islamion, Rabu (9/7/2014), membahas tentang hal ini.
Radio Israel memberitakan bahwa At-Tuhami menemui beberapa pimpinan militer dan polisi Israel. Pembicaraan mereka berkitar pada masalah memanasnya hubungan antara Hamas dan Israel pasca hilangnya tiga remaja permukiman Israel. Dalam perbincangan itu, dinyatakan juga tentang hubungan strategis antara kedua belah pihak.
Sebelumnya Mesir melakukan mediasi antara Hamas dan Israel. Tapi hal itu berhenti setelah At-Tuhami menolak poin-poin permintaan Hamas yang menjadi syarat dihentikannya serangan roket ke Israel. Hal lain yang menyebabkan At-Tuhami menolakn permintaan itu adalah karena Mesir harus menghentikan beberapa langkah militer yang sudah dilakukan sejak lima bulan terakhir di Sinai. Langkah-langkah itu bertujuan melemahkan militer Hamas.
Pada tanggal 15 Juni yang lalu, As-Sisi, presiden kudeta di Mesir saat ini, juga telah merestui Israel untuk melakukan serangan ke Gaza dengan tujuan menghancurkan segala potensi militer, terutama yang dimiliki oleh Hamas. As-Sisi sangat bersemangat dalam hal ini karena Hamas tak lain adalah Ikhwanul Muslimin di Palestina, yang berada tak jauh dari mereka di dataran Sinai.
Jika As-Sisi dan jajaran pemerintahan kudetanya terlibat, maka tak mustahil Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab juga terlibat. Apalagi televisi channel 2 Israel memberitakan bahwa Emirat bersedia mendanai setiap serangan militer yang dilakukan Israel ke Hamas di Gaza. Salah seorang menteri Israel juga sudah berkunjung ke Dubai untuk membahas masalah ini. Oleh karena itu, tak mengherankan jika Simon Peres pernah mengatakan, “Dulu kita sendirian, saat ini kita tak lagi sendirian.”

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: